Indo Livestock
merupakan event terbesar di bidang peternakan dan industri pakan di Asia
Tenggara. Jakarta menjadi tuan rumah bagi Indo Livestock 2014. Indo Livestock
2014 diselenggarakan pada tanggal 18-20 Juni 2014 di Jakarta Convention Center.
Lebih dari 500 peserta pameran dari 40 negara berpartisipasi. Indo Livestock
adalah tempat untuk mencari sumber
teknologi baru, hubungan kemitraan, sumber investasi dan pendampatkan kabar
terkini tentang perkembangan saat ini bagi pemerintah, integrator, produsen,
petani, dokter hewan, pengolah pakan ternak, pengolah makanan, lembaga
penelitian dan pakar industri di seluruh wilayah.
Dalam
kunjungan saya ke Indo Livestock 2014, saya sempat melakukan wawancara dengan 5
perusahaan peternakan, 3 universitas. Berikut hasil dari wawancara :
1.
Emelad (Penghubung antara peternak Australia dan
peternak Indonesia)
Emelad merupakan perusahaan non
profit di bidang peternakan yang berdiri sejak tahun 1997 dan mulai ada di
Indonesia sejak tahun 2005. Perusahaan ini memberikan jasa service setelah
pembelian. Jasa service yang diberikan ialah techical advice dengan memberikan
masukan-masukan teknis kepada industri peternakan baik sapi potong, sapi perah,
dan domba. Pemberian masukan tentunya berkaitan dengan bidang peternakan
seperti misalnya bagaimana cara mengimport sapi, daging, dan livestock dari
australia, bagaimana kandangnya, atau bagaimana cara pengolahan dan
perawatannya. Emelad sama sekali tidak
menjual jasa, mereka hanya bekerjasa dengan peternak-peternak Australia yang
akan menjual ternaknya ke pasar Indonesia contohnya Wellad. Peternak-peternak
australia ini membuat founding pendanaan dan membuka perusahaan sendiri. Emelad
mendapat keuntungan dari peternak australia yang menjual ternaknya, setiap
penjualan satu ekor ternak maka perusahaan ini mendapar feedback dari peternak
tersebut. Hal yang mendasari berdirinya perusahaan ini adalah mereka tidak
hanya ingin menjual barang saja, mereka ingin memberikan service setelah pemberian
karena ternak yang dibeli merupakan tanggung jawab perusahaan juga, selain itu
perlu adanya konsultasi karena ternak australia dan ternak indonesia berbeda
baik dari cara pengendaliannya, cara makannya, ataupun kandangnya, karena itu
mereka merasa diperlukannya lembaga seperti ini. Selain memberikan jasa kepada
peternak-peternak, perusahaan ini juga mensponsori pertukaran pelajar ke
Australia baru-baru ini.
2.
Holland (Penghubung Perusahaan-Perusahaan
Belanda dengan Perusahaan Indonesia)
Holland merupakan lembaga
penghubung antara peternakan atau perusahaan Belanda dan Indonesia. Lembaga ini
bertujuan untuk memberikan informasi bagi orang atau badan yang ingin
bekerjasama dengan perusahaan belanda. Holland tidak hanya memberikan
keuntungan kepada peternak atau perusahaan Belanda saja, tapi Holland juga
memberikan keuntungan kepada peternak atau perusahaan di Indonesia. Keuntungan
peternak atau perusahaan di Indonesia adalah adanya kerjasama perusahaan
Belanda dengan perusahaan Indonesia untuk meningkatkan kualitas usaha, misalnya
saja di peternakan ayam. Pengaturan air buangan di peternakan ayam Indonesia
kurang baik, air buangan di buang begitu saja di sungai. Kerjasama ini bertujuan
untuk meningkatkan kualitas air buangannya sehingga saat dibuang sudah bersih.
Selain itu, kerjasam ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada
peternak Indonesia. Selama ini sudah banyak perusahaan Belanda yang bekerjasama
dengan perusahaan Indonesia, contohnya saja Yansen dan Ghea. Menurut lembaga
ini, sarjana peternakan sangat besar peluangnya dalam mengembangkan peternakan
di Indonesia. Indonesia masih banyak membutuhkan bahan pangan, dan pangan
terbesar berasal dari animal protein dari industri peternakan. Sarjana
peternakan diharapkan membuka diri dan jangan menutup diri karena peluang masih
sangat terbuka lebar.
3.
Lunar (Perusahaan di Bidang Sapi Perah)
Perusahaan ini bergerak dalam
bidang sapi perah. Pemilik perusahaan ini adalah orang Indonesia. Perusahaan
ini tidak hanya menangani sapi perah, tapi juga menangani impor sapi, alat
pemerah, susu pasteur, pengiriman susu, dan kandang. Alat-alat pemerah susu
yang digunakan, diproduksi di Kanada, Australia, dan Perancis. Walaupun semua
alat yang digunakan impor, tapi pemasaran hanya dilakukan di Indonesia saja.
Sapi yang digunakan adalah sapi lokal dan sapi impor dari New Zealand. Produk
yang dihasilkan memiliki kelebihan yaitu lebih higienis. Saat kami bertanya
apakah sapi yang diperah mengalami stress, mereka menjawab “Sapi yang sebelum
diperah dengan tradisional dan sekarang diperah dengan alat pasti memerlukan
adaptasi pasti ada kemungkinan sapi itu stress. Agar mengurangi stress denyutan
alat disetting sama dengan denyutan tangan.”
4.
Novogen
Perusahaan ini bergerak dalam
bidang perunggasan, baik ayam petelur, pedaging, hingga bebek. Perusahaan ini
memiliki parents stock dan genetiknya berasal dari Perancis. Perusahaan masih
bekerjasama dengan dua perusahaan di Indonesia, yaitu Sunjaya dan Wonokoyo.
Kerjasama masih sedikit karena di Indonesia perusahaan ini masih dinilai baru.
Kendala di dalam pasar Indonesia adalah persaingan pasar yang ketat. Mereka
tidak memiliki kendala dalam penyakit yang menyerang unggas karena peternakan
di Perancis sudah sangat baik, jadi jarang sekali ada penyakit yang menyerang
ternak. Bagi mereka sarjana peternak memiliki prospek kerja yang bagus,
semuanya itu tergantung orang yang menjalankannya, kalau punya kemauan pasti
bisa.
5.
Sunjaya (PT Satwa Borneo Jaya)
Perusahaan berdiri sejak tahun 1987
di Kalimantan Barat. Awalanya membuka layer sedikit demi sedikit, dan ayam yang
digunakan semuanya ayam jawa. Akhirnya sekarang dapat menghasilkan dan memiliki
ayam dalam jumlah besar, ayam yang diternakkan adalam ayam petelur dan ayam
pedaging. Selain ayam, perusahaan ini juga beternak babi dan babi ini digunakan
untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Kelebihan dari perusahaan Sunjaya ini
adalah perusahaan ini asli dari Indonesai, merupakan perusahaan daerah, dan
loyalitas perusahaan ini sangat tinggi karena perusahaan ini dibina dari kecil.
Tenaga kerja di perusahaan ini berjumlah lebih dari 2000 pegawai. Distribusi
ayam sudah ke penjuru Indonesia hingga ditribusi pupuk sudah merambah ke pasar
Malaysia. Kendala yang dialami perusahaan adalah pakan unggas yang masih import, bahan baku pakan yang belum
bisa mandiri. Perusahaan ini memiliki pesan untuk pemerintah yaitu agar
regulasi dari pemerintah untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan kecil tidak
hanya untuk perusahaan besar saja.
6.
Aviagen
Aviagen merupakan perusahaan dengan
dasar peternakan ayam. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1917 di Amerika
Serikat. Ayam yang diproduksi adalah ayam broiler dan ayam layer. Distribusi
produknya pun sudah mencapai berbagai negara di dunia. Ayam-ayam yang
diternakkan disana dikembangkan di dalam kandang yang tertutup. Aviagen sudah
dipercaya oleh dunia, dan produknya pun terjamin aman dari semua bahaya.
Kerjasama dengan perusahaan Indonesia sudah dilakukan dengan PT Charoen Phoekpand.
7.
Institut Pertanian Bogor (Fakultas Peternakan)
Institut Pertanian Bogor merupakan
Institusi negeri yang berada di Bogor lebih tepatnya di Dramaga, Bogor.
Institut Pertanian Bogor memiliki sembilan fakultas slah satunya adalah
Fakultas Peternakan. Fakultas Peternakan adalah fakultas ke-4 di IPB. Fakultas
Peternakan Institut Pertanian Bogor terbagi menjadi dua bidang ilmu yaitu Ilmu
Nutrisi dan Teknologi Pakan dan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. Pada
kenyataannya mahasiswa peternakan kurang begitu paham tentang pentingnya
peternakan. Peternakan pada dasarnya sangatlah penting bagi kehidupan,
peternakan merupakan salah satu penyumbang pemenuhan kebutuhan bagi manusia.
Cara yang tepat agar mahasiswa lebih paham akan pentingnya peternakan ialah mahasiswa
turun langsung ke lapangan. Dua ilmu peternakan ini INTP dan IPTP harus
bekerjasama dalam mengembangkan peternakan serta berproduksi menghasilkan
karya-karya baru bagi peternakan. Inovasi-inovasi yang dihasilkan IPB sudah
cukup banyak hingga IPB memiliki desa binaan sendiri.
8.
Universitas Jenderal Soedirman (Fakultas
Peternakan)
Bagi Fakultas Peternakan di
Universitas Jenderal Soedirman, peternakan suatu hal penting karena produk
peternakan dibutuhkan untuk bangsa. Mahasiswa Unsoed memiliki inovasi baru dari
unit usaha yang ada di desa binaan yaitu telur asin yang memilki berbagai rasa
dan pengolahan. Kelebihan dari telur asin ini adalah tahan hingga sebulan dan
kadar air di dalam telur lebih rendah. Selain telur asin, inovasi yang baru
adalah telur Golden Iod. Telur Golden Iod adalah telur omega 3 dengan DHA
didalamnya.
9.
Universitas Airlangga (Fakultas Kedokteran
Hewan)
Universitas Airlangga (Unair)
merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Universitas ini
berada di Surabaya, Jawa Timur. Universitas Airlangga tidak mempunyai Fakultas
Peternakan, tapi memiliki Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas Kedokteran Hewan
di Universitas Airlangga tidak hanya belajar tentang mata kuliah kedokterna
hewan saja, tapi juga belajar ilmu-ilmu tentang peternakan (produksi, pakan,
dan kesehatan) jadi ilmu yang didapatkan”double”. Fakultas Kedokteran Hewan
berdiri sejak tahun 1971. Saat ini mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan di
Universitas Airlangga berjumlah 280 mahasiswa. Inovasi terbaru dari Fakultas
Kedokteran Hewan Airlangga adalah pembekuan bibit domba dan kambing dengan
menggunakan metode fotometri, dengan metode fotometri maka dapat mengetahui
berapa ukuran sperma yang diteliti dan bila dikaitkan dengan waktu inkubasi
maka hasil pembekuan akan lebih baik. Selain pembekuan bibit domba dan kambing,
inovasi yang lainnya adalah vaksin-vaksin untuk hewan yang dikembangkan sendiri
oleh Dosen Fakultas Kedoketeran Hewan Airlangga. Fakultas Kedokteran Hewan
Airlangga sendiri sudah lima kali mengikuti pameran di indolivestcok.
Semoga hasil wawancara ini dapat membuka
wawasan kita terhadap peternakan. Peternakan tidak hanya mencakup kandang saja,
peternakan dapat mencakup semua bidang dan peternakan dapat mempengaruhi dunia.
Eugenia Helena Putri W

