Minggu, 29 Juni 2014

Hasil Wawancara Indo Livestock 2014 (18-20 Juni 2014, Jakarta Convention Center)



Indo Livestock merupakan event terbesar di bidang peternakan dan industri pakan di Asia Tenggara. Jakarta menjadi tuan rumah bagi Indo Livestock 2014. Indo Livestock 2014 diselenggarakan pada tanggal 18-20 Juni 2014 di Jakarta Convention Center. Lebih dari 500 peserta pameran dari 40 negara berpartisipasi. Indo Livestock adalah tempat  untuk mencari sumber teknologi baru, hubungan kemitraan, sumber investasi dan pendampatkan kabar terkini tentang perkembangan saat ini bagi pemerintah, integrator, produsen, petani, dokter hewan, pengolah pakan ternak, pengolah makanan, lembaga penelitian dan pakar industri di seluruh wilayah. 


Dalam kunjungan saya ke Indo Livestock 2014, saya sempat melakukan wawancara dengan 5 perusahaan peternakan, 3 universitas. Berikut hasil dari wawancara :


1.    Emelad (Penghubung antara peternak Australia dan peternak Indonesia)

Emelad merupakan perusahaan non profit di bidang peternakan yang berdiri sejak tahun 1997 dan mulai ada di Indonesia sejak tahun 2005. Perusahaan ini memberikan jasa service setelah pembelian. Jasa service yang diberikan ialah techical advice dengan memberikan masukan-masukan teknis kepada industri peternakan baik sapi potong, sapi perah, dan domba. Pemberian masukan tentunya berkaitan dengan bidang peternakan seperti misalnya bagaimana cara mengimport sapi, daging, dan livestock dari australia, bagaimana kandangnya, atau bagaimana cara pengolahan dan perawatannya.  Emelad sama sekali tidak menjual jasa, mereka hanya bekerjasa dengan peternak-peternak Australia yang akan menjual ternaknya ke pasar Indonesia contohnya Wellad. Peternak-peternak australia ini membuat founding pendanaan dan membuka perusahaan sendiri. Emelad mendapat keuntungan dari peternak australia yang menjual ternaknya, setiap penjualan satu ekor ternak maka perusahaan ini mendapar feedback dari peternak tersebut. Hal yang mendasari berdirinya perusahaan ini adalah mereka tidak hanya ingin menjual barang saja, mereka ingin memberikan service setelah pemberian karena ternak yang dibeli merupakan tanggung jawab perusahaan juga, selain itu perlu adanya konsultasi karena ternak australia dan ternak indonesia berbeda baik dari cara pengendaliannya, cara makannya, ataupun kandangnya, karena itu mereka merasa diperlukannya lembaga seperti ini. Selain memberikan jasa kepada peternak-peternak, perusahaan ini juga mensponsori pertukaran pelajar ke Australia baru-baru ini.



2.    Holland (Penghubung Perusahaan-Perusahaan Belanda dengan Perusahaan Indonesia)

Holland merupakan lembaga penghubung antara peternakan atau perusahaan Belanda dan Indonesia. Lembaga ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi orang atau badan yang ingin bekerjasama dengan perusahaan belanda. Holland tidak hanya memberikan keuntungan kepada peternak atau perusahaan Belanda saja, tapi Holland juga memberikan keuntungan kepada peternak atau perusahaan di Indonesia. Keuntungan peternak atau perusahaan di Indonesia adalah adanya kerjasama perusahaan Belanda dengan perusahaan Indonesia untuk meningkatkan kualitas usaha, misalnya saja di peternakan ayam. Pengaturan air buangan di peternakan ayam Indonesia kurang baik, air buangan di buang begitu saja di sungai. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air buangannya sehingga saat dibuang sudah bersih. Selain itu, kerjasam ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada peternak Indonesia. Selama ini sudah banyak perusahaan Belanda yang bekerjasama dengan perusahaan Indonesia, contohnya saja Yansen dan Ghea. Menurut lembaga ini, sarjana peternakan sangat besar peluangnya dalam mengembangkan peternakan di Indonesia. Indonesia masih banyak membutuhkan bahan pangan, dan pangan terbesar berasal dari animal protein dari industri peternakan. Sarjana peternakan diharapkan membuka diri dan jangan menutup diri karena peluang masih sangat terbuka lebar.



3.    Lunar (Perusahaan di Bidang Sapi Perah)

Perusahaan ini bergerak dalam bidang sapi perah. Pemilik perusahaan ini adalah orang Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya menangani sapi perah, tapi juga menangani impor sapi, alat pemerah, susu pasteur, pengiriman susu, dan kandang. Alat-alat pemerah susu yang digunakan, diproduksi di Kanada, Australia, dan Perancis. Walaupun semua alat yang digunakan impor, tapi pemasaran hanya dilakukan di Indonesia saja. Sapi yang digunakan adalah sapi lokal dan sapi impor dari New Zealand. Produk yang dihasilkan memiliki kelebihan yaitu lebih higienis. Saat kami bertanya apakah sapi yang diperah mengalami stress, mereka menjawab “Sapi yang sebelum diperah dengan tradisional dan sekarang diperah dengan alat pasti memerlukan adaptasi pasti ada kemungkinan sapi itu stress. Agar mengurangi stress denyutan alat disetting sama dengan denyutan tangan.”



4.    Novogen

Perusahaan ini bergerak dalam bidang perunggasan, baik ayam petelur, pedaging, hingga bebek. Perusahaan ini memiliki parents stock dan genetiknya berasal dari Perancis. Perusahaan masih bekerjasama dengan dua perusahaan di Indonesia, yaitu Sunjaya dan Wonokoyo. Kerjasama masih sedikit karena di Indonesia perusahaan ini masih dinilai baru. Kendala di dalam pasar Indonesia adalah persaingan pasar yang ketat. Mereka tidak memiliki kendala dalam penyakit yang menyerang unggas karena peternakan di Perancis sudah sangat baik, jadi jarang sekali ada penyakit yang menyerang ternak. Bagi mereka sarjana peternak memiliki prospek kerja yang bagus, semuanya itu tergantung orang yang menjalankannya, kalau punya kemauan pasti bisa.



5.    Sunjaya (PT Satwa Borneo Jaya)

Perusahaan berdiri sejak tahun 1987 di Kalimantan Barat. Awalanya membuka layer sedikit demi sedikit, dan ayam yang digunakan semuanya ayam jawa. Akhirnya sekarang dapat menghasilkan dan memiliki ayam dalam jumlah besar, ayam yang diternakkan adalam ayam petelur dan ayam pedaging. Selain ayam, perusahaan ini juga beternak babi dan babi ini digunakan untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Kelebihan dari perusahaan Sunjaya ini adalah perusahaan ini asli dari Indonesai, merupakan perusahaan daerah, dan loyalitas perusahaan ini sangat tinggi karena perusahaan ini dibina dari kecil. Tenaga kerja di perusahaan ini berjumlah lebih dari 2000 pegawai. Distribusi ayam sudah ke penjuru Indonesia hingga ditribusi pupuk sudah merambah ke pasar Malaysia. Kendala yang dialami perusahaan adalah pakan unggas yang  masih import, bahan baku pakan yang belum bisa mandiri. Perusahaan ini memiliki pesan untuk pemerintah yaitu agar regulasi dari pemerintah untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan kecil tidak hanya untuk perusahaan besar saja.



6.    Aviagen

Aviagen merupakan perusahaan dengan dasar peternakan ayam. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1917 di Amerika Serikat. Ayam yang diproduksi adalah ayam broiler dan ayam layer. Distribusi produknya pun sudah mencapai berbagai negara di dunia. Ayam-ayam yang diternakkan disana dikembangkan di dalam kandang yang tertutup. Aviagen sudah dipercaya oleh dunia, dan produknya pun terjamin aman dari semua bahaya. Kerjasama dengan perusahaan Indonesia sudah dilakukan dengan PT Charoen Phoekpand.



7.    Institut Pertanian Bogor (Fakultas Peternakan)

Institut Pertanian Bogor merupakan Institusi negeri yang berada di Bogor lebih tepatnya di Dramaga, Bogor. Institut Pertanian Bogor memiliki sembilan fakultas slah satunya adalah Fakultas Peternakan. Fakultas Peternakan adalah fakultas ke-4 di IPB. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor terbagi menjadi dua bidang ilmu yaitu Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan dan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. Pada kenyataannya mahasiswa peternakan kurang begitu paham tentang pentingnya peternakan. Peternakan pada dasarnya sangatlah penting bagi kehidupan, peternakan merupakan salah satu penyumbang pemenuhan kebutuhan bagi manusia. Cara yang tepat agar mahasiswa lebih paham akan pentingnya peternakan ialah mahasiswa turun langsung ke lapangan. Dua ilmu peternakan ini INTP dan IPTP harus bekerjasama dalam mengembangkan peternakan serta berproduksi menghasilkan karya-karya baru bagi peternakan. Inovasi-inovasi yang dihasilkan IPB sudah cukup banyak hingga IPB memiliki desa binaan sendiri.



8.    Universitas Jenderal Soedirman (Fakultas Peternakan)

Bagi Fakultas Peternakan di Universitas Jenderal Soedirman, peternakan suatu hal penting karena produk peternakan dibutuhkan untuk bangsa. Mahasiswa Unsoed memiliki inovasi baru dari unit usaha yang ada di desa binaan yaitu telur asin yang memilki berbagai rasa dan pengolahan. Kelebihan dari telur asin ini adalah tahan hingga sebulan dan kadar air di dalam telur lebih rendah. Selain telur asin, inovasi yang baru adalah telur Golden Iod. Telur Golden Iod adalah telur omega 3 dengan DHA didalamnya.



9.    Universitas Airlangga (Fakultas Kedokteran Hewan)

Universitas Airlangga (Unair) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Universitas ini berada di Surabaya, Jawa Timur. Universitas Airlangga tidak mempunyai Fakultas Peternakan, tapi memiliki Fakultas Kedokteran Hewan. Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga tidak hanya belajar tentang mata kuliah kedokterna hewan saja, tapi juga belajar ilmu-ilmu tentang peternakan (produksi, pakan, dan kesehatan) jadi ilmu yang didapatkan”double”. Fakultas Kedokteran Hewan berdiri sejak tahun 1971. Saat ini mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga berjumlah 280 mahasiswa. Inovasi terbaru dari Fakultas Kedokteran Hewan Airlangga adalah pembekuan bibit domba dan kambing dengan menggunakan metode fotometri, dengan metode fotometri maka dapat mengetahui berapa ukuran sperma yang diteliti dan bila dikaitkan dengan waktu inkubasi maka hasil pembekuan akan lebih baik. Selain pembekuan bibit domba dan kambing, inovasi yang lainnya adalah vaksin-vaksin untuk hewan yang dikembangkan sendiri oleh Dosen Fakultas Kedoketeran Hewan Airlangga. Fakultas Kedokteran Hewan Airlangga sendiri sudah lima kali mengikuti pameran di indolivestcok.



Semoga hasil wawancara ini dapat membuka wawasan kita terhadap peternakan. Peternakan tidak hanya mencakup kandang saja, peternakan dapat mencakup semua bidang dan peternakan dapat mempengaruhi dunia.



Eugenia Helena Putri W

Sabtu, 21 Juni 2014

Studi Kasus Bidang Peternakan "Impor Bahan Pakan Ternak AS, Dibuka Kembali"


Dalam Studi Kasus di Bidang Peternakan saya mengambil artikel berjudul "Impor Bahan Pakan Ternak AS, Dinuka Kembali". Sumber dari artikel ini adalah TEMPO.CO , artikel ini di posting pada hari Selasa, 24 Juli 2012 pukul 16:01 WIB. Berikut isi dari artikel tersebut :
 
Selasa, 24 Juli 2012 | 16:01 WIB

Impor Bahan Pakan Ternak AS, Dibuka Kembali

Pakan Ternak. Tempo/ Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian membuka kembali impor Meat Bone Meal atau bahan baku pakan ternak dari Amerika Serikat. Hal itu dilakukan karena penyakit sapi gila (Bovine Spongiform Enchepalopathy) di negara tersebut sudah bisa dikendalikan. Tapi, impor produk ternak lain, seperti daging dan jeroan, dari AS masih dilarang.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mengatakan pemerintah sudah menyampaikan kebijakan pembukaan impor tersebut kepada pengusaha dan pemerintah Amerika Serikat sejak 5 Juli lalu. "Sejak saat itu impor sudah bisa dilakukan," kata Syukur di Jakarta, Selasa, 24 Juli 2012..
Syukur mengatakan pembukaan impor harus memenuhi sejumlah syarat yang ketat. Indonesia mengajukan persyaratan ketat kepada Amerika, yakni bahan baku pakan ternak harus berasal dari industri yang terintegrasi dengan rumah potong hewan. Jika tidak, industri tersebut harus mendapat persetujuan dari pemerintah Indonesia. Produk yang diekspor ke Indonesia berasal dari anak sapi yang umurnya tidak lebih dari 30 bulan.
“Pemerintah Amerika belum memberikan jawaban. Tapi jawaban tidak resmi kami dapatkan dari swasta, bahwa mereka tidak masalah memenuhi itu,” ujarnya.
MBM merupakan bahan baku industri pakan ternak. Komposisi MBM dalam pakan ternak hanya 5 persen, atau hanya sebagai sumber protein. Selama ini impor MBM berasal dari Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat. Selain MBM, industri pakan ternak juga menggunakan Poultry Meat Meal (PMM).
Walaupun keran impor MBM sudah dibuka kembali, produk daging dengan tulang dan jeroan masih tertutup. Pemerintah masih melakukan analisa risiko yang memerlukan waktu agak lama.
Kementerian Pertanian khawatir harga bungkil kedelai sebagai bahan baku pakan ternak akan melonjak. Pasalnya pasokannya hanya dari Amerika. Sedangkan bahan baku pakan ternak dari jagung masih bisa didapat dari India, Cina, atau Argentina.
ROSALINA

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/07/24/090419013/Impor-Bahan-Pakan-Ternak-AS-Dibuka-Kembali

KOMENTAR :
Sebagai mahasiswa fakultas peternakan setelah membaca artikel tersebut ada rasa senang dan rasa kekecewaan terhadap peternakan di Indonesia. Impor bahan pakan ternak AS dibuka kembali itu menandakan hubungan antara Indonesia dan AS di bidang peternakan berjalan lagi. Impor bahan baku pakan ternak sepat ditutup karena maraknya penyakit sapi gila pada sapi pada tahun itu, dan akhirnya dibuka kembali setelah penyakit sapi gila sudah dapat ditangani di negara tersebut.

Rasa kekecewaan itu muncul karena kurang terlihatnya kemandirian bangsa Indonesia terlebih para peternak Indonesia dalam membuat bahan pakan ternak sendiri, sehingga bahan pakan ternak tidak hanya bergantung dengan impor saja. Dengan adanya kemandirian membuat bahan baku pakan sendiri, peternakan di Indonesia saya rasa akan lebih maju, karena kita mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh ternak kita sehingga hasil produksi ternak dan kualitas yang dihasilkan ternak dapat meningkat.

Tidak hanya dalam hal bahan baku pakan ternak saja yang harus mandiri, tetapi produksi ternak pun juga harus mandiri, sehingga impor daging di Indonesia semakin berkurang. 
Jaya Peternakan Indonesia !!!

Eugenia Helena Putri W.